Wednesday, 22 January 2020
  • >
  • >
 Bupati...

Bupati...

pangkepkab.go.idJAKARTA– Dalam pertemuan para bupati yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dengan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor,...

Terima...

Terima...

pangkepkab.go.id,PANGKEP– Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menjadi tuan rumah kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kementrian Sosial (Kemensos) dalam program jelajah kapal kepahlawanan. Pesertanya...

Pangkep...

Pangkep...

pangkepkab.go.id,JAKARTA– Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik dalam acara pembukaan The International Public Service (IPS) Forum 2018 di Jakarta Convention...

Tiga Nelayan Asal Pangkep Ditemukan di NTT, Begini Kronologinya

PANGKEP.KAB - Tiga Nelayan asal Pangkep ditemukan di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah kapal mereka dihantam ombak besar. Mereka dinyatakan hilang sejak 28 Juni lalu dan satu diantaranya belum ditemukan. 

Kapolsek Liukang Tangaya Kabupaten Pangkep, AKP Supriyadi mengatakan, keempat nelayan masing-masing, Jabriadi, Rizal, Agus dan Wandi. Ketiga orang itu adalah Jabriadi, Rizal dan Wandi ditemukan di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun satu lagi ABK tak kunjung ditemukan hingga saat ini.

Ketiga nelayan ini ditemukan oleh ABK kapal tanker yang melintas menuju ke Pelabuhan Waingapu, NTT. Ketiganya saat ini dalam keadaan sehat dan menunggu kapal untuk pulang ke kampung mereka di Pulau Kapoposang Bali, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep.

"Ketiganya diselamatkan oleh ABK kapal tanker di perairan NTT. Jadi mereka kemudian dibawa ke Syahbandar Waingapu, untuk diteruskan ke Lombok, NTB," kata Supriyadi saat dihubungi, Selasa (9/7/2019).

Hingga saat ini, lanjut Supriyadi, ketiganya masih berada di rumah kerabatnya di Lombok, NTB untuk selanjutnya berangkat ke pulau asalnya di Pulau Kapoposang Bali, Kecamatan Liukang Tangaya.

“Kejadian ini berawal saat keempat nelayan tadi dengan kapal kayu berlayar dari Pulau Kapoposang Bali menuju pelabuhan Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berjarak sekira 70 mil laut. Perjalanan ini normalnya ditempuh dengan waktu paling lama 10 jam,” terangnya.

Namun, karena diduga mengalami laka laut akibat ombak besar hingga pada hari Selasa 2 Juli 2019 keberadaan keempat warga tersebut belum diketahui. "Saat ini musim timur, ombak besar. Diduga kapal mereka itu dihantam ombak sehingga tenggelam," ucapnya.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep, Kallang Ambo Dalle mengatakan, karena jarak yang sangat jauh dan keterbatasan fasilitas komunikasi pihaknya baru menerima laporan tersebut. 

Pihaknya sendiri terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait perkembangan pencarian. Informasi yang didapatnya, pencarian dilakukan oleh tim SAR Lombok bersama masyarakat.

"TKP-nya lebih dekat ke Lombok, jarak Pangkajene ke sana itu diatas 20 jam dan tak ada jaringan komunikasi. Jadi pencarian dilakukan sama tim SAR di sana," pungkasnya. (Mcpangkajene)

Statistik Pengunjung

645918
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total Pengunjung
673
1140
4150
632625
29409
56442
645918

Your IP: 114.7.194.241
2020-01-22 07:50

Pengunjung

We have 23 guests and no members online

Kontak Kami

  • 0410-
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •  www.pangkepkab.go.id
google maps api key