Saturday, 29 February 2020
  • >
  • >
 Bupati...

Bupati...

pangkepkab.go.idJAKARTA– Dalam pertemuan para bupati yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dengan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor,...

Terima...

Terima...

pangkepkab.go.id,PANGKEP– Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menjadi tuan rumah kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kementrian Sosial (Kemensos) dalam program jelajah kapal kepahlawanan. Pesertanya...

Pangkep...

Pangkep...

pangkepkab.go.id,JAKARTA– Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik dalam acara pembukaan The International Public Service (IPS) Forum 2018 di Jakarta Convention...

Penambangan Terhenti, Warga Segeri Tetap Minta Diusut

PANGKEP.KAB - Aktivitas tambang pasir terhenti, meski begitu, warga sekitar meminta agar polisi tetap mengusut pelaku tambang pasir ilegal di Sungai perbatasan Desa Parenreng dan Kelurahan Bonto Matene, Kecamatan Segeri.
 
Tokoh masyarakat Desa Parenreng, Tamrin mengaku kaget juga tidak ada lagi pekerja tambang di sekitar sungai itu. Padahal sehari sebelumnya masih ada empat truk yang mengangkut pasir. Namun, ia tetap meminta polisi mengusut aktivitas tambang yang sudah mengakibatkan longsor di bantaran sungai Desa Parenreng.
 
"Baru hari ini tidak ada truk pengangkut pasirnya, setiap hari ada disini. Pompa dan semua perlengkapannya juga sudah diambil. Posnya masih ada, tetapi sudah tidak ada yang jaga. Tetapi kita berharap polisi tetap mengusutnya, karena sudah mengakibatkan dampak bagi lingkungan sekitar," ungkapnya.
 
Lanjut dijelaskan, ia juga memperlihatkan lahan persawahan milik kerabatnya yang tidak dapat digarap lagi, akibat dikeruk penambangan pasir di bantaran sungai.
 
"Sudah beberapa sawah yang tepat di bantaran sungai tidak dapat digarap lagi, sebab longsor. Tanahnya amblas jatuh ke sungai, akibat pengerukan yang terus menerus. Makanya kita tetap berharap ini diusut agar tidak terjadi lagi nantinya, bukan cuman hari ini saja semua alat-alat tambangnya diangkut," paparnya.
 
Pantauan FAJAR, sepanjang sungai itu tidak ada lagi aktivitas penambangan dan penyedotan pasir. Tidak ada lagi pompa penyedot yang tiap harinya digunakan. Hanya bersisa beberapa potong pipa yang telah digunakan oleh penambang dan tanah-tanah di bantaran sungai yang amblas.
 
Camat Segeri, Syahrul mengaku tidak pernah memberi izin operasi terhadap aktivitas tambang yang ada di wilayahnya itu. "Kita tidak pernah keluarkan izin operasi dari kecamatan," imbuhnya.
 
Terpisah, Dirreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengaku akan tetap melakukan penyelidikan terhadap tambang di Kabupaten Pangkep tersebut. Meski aktivitas sudah dihentikan sementara. "Ini masih dilaporkan di SPKT, senin baru Sprin Lidik (Surat Perintah Penyelidikan, red)," imbuhnya. (Mcpangkajene)

Statistik Pengunjung

702681
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total Pengunjung
184
1080
16373
677253
43157
43015
702681

Your IP: 114.7.194.241
2020-02-29 02:31

Pengunjung

We have 10 guests and no members online

Kontak Kami

  • 0410-
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •  www.pangkepkab.go.id
google maps api key