Sunday, 05 April 2020
  • >
  • >
 Bupati...

Bupati...

pangkepkab.go.idJAKARTA– Dalam pertemuan para bupati yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dengan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor,...

Terima...

Terima...

pangkepkab.go.id,PANGKEP– Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menjadi tuan rumah kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kementrian Sosial (Kemensos) dalam program jelajah kapal kepahlawanan. Pesertanya...

Pangkep...

Pangkep...

pangkepkab.go.id,JAKARTA– Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik dalam acara pembukaan The International Public Service (IPS) Forum 2018 di Jakarta Convention...

Beranda

Pembebasan Lahan KA Lambat, BPN Salahkan LMAN

  • Category: Beranda
  • Published: Wednesday, 01 April 2020 04:01

PANGKEP.KAB -- Proses pembebasan lahan untuk jalur rel kereta api di Kabupaten Pangkep berjalan lambat. Dari 2.196 lahan yang akan bebaskan lahannya, ternyata baru 49 bidang tanah yang berhasil diberikan ganti rugi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Pengadaan Tanah Lahan KA/ Kepala Seksi Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pangkep, Muhammad Ahsan Malkan Sikki, saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu. Menurutnya saat ini pekerjaan BPN telah selesai.

BPN diakuinya hanya sebagai fasilitator, menyiapkan data dan pengukuran. Namun, terkait pembayaran itu katanya ada pada pihak Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

"Yang jadi masalah sebenarnya LMAN yang terlalu lambat, sementara masyarakat sudah setuju, pendanaannya kan ada di sana. Jadi, finishing nya ada di LMAN, kalau sudah ada jawaban, kita lakukan pembayaran," kata dia.

Ahsan mencontohkan salah satu satu kasus, pihaknya mengusul 97 bidang untuk dibayar. Akan tetapi, hanya 11 bidang yang disetujui. "Saya tidak berani jawab apa permasalahannya, yang jelas sudah kami dorong," katanya.

Begitu pun bagi masyarakat yang tidak setuju yang dititipkan di pengadilan. "Masyarakat yang tidak setuju, kita dorong ke pangadilan, ada 1171 bidang tanah," tambahnya.

Terpisah, ketua Pengadilan Negeri Pangkep Farid Hidayat Sapomena membenarkan proses konsinyasi. Katanya, pihak rel KA mengajukan 1000an bidang tanah lahan KA untuk konsinyasi.

"Langkah yang kami terlebih dahulu mendata lokasi yang diajukan oleh pemohon. Hingga saat ini proses berjalan baik, apabila semua dokumen masyarakat sudah terpenuhi dan dananya tersedia dananya bisa langsung diambil tanpa perantara," jelasnya. (Mcpangkajene)

Camba-cambang Ditolak jadi Tempat Karantina ODP Corona, Ini Penjelasan Pemkab Pangkep

  • Category: Beranda
  • Published: Wednesday, 01 April 2020 03:56

PANGKEP.KAB -- Warga Kabupaten Pangkep utamanya warga pulau, menolak wacana Pemkab Pangkep menjadikan Pulau Camba-cambang sebagai pusat karantina Orang Dalam Pementauan (ODP). Hal ini tak lepas dari kekhawatiran warga akan penyebaran COVID-19.

Juru bicara tim covid-19 Pemda Pangkep, dr Annas Ahmad pun memberikan penjelasan. Menurutnya, terkait wacana pemerintah daerah kabupaten pangkajene dan kepulauan yang akan melakukan isolasi pada ODP di pulau cambang-cambang, bahwa gagasan ini sedang dalam tahap evaluasi kelayakan dan persiapan pelaksanaan.

Gagasan ini di ditelorkan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam upaya percepatan penanganan penularan covid19 yang terus meningkat jumlahnya setiap hari di negara kita, dengan tidak mengorbankan pihak lain atau orang-orang tertentu terutama pada masyarakat pulau tetangga terdekat.

"Kami berencana melakukan isolasi orang dengan kriteria ODP di tempat tertentu karena, agar proses isolasi dapat terus dipantau oleh petugas kesehatan, agar para ODP dapat terjamin nutrisinya sebagai bentuk peningkatan daya tahan tubuh, dan agar para ODP benar-benar disiplin dalam masa karantina dengan mengedepankan azas-azas kemanusiaan dan tidak beresiko bagi keluarga di rumah," tegasnya, Selasa, 31 Maret.

Dia pun menjelaskan, kekhawatiran masyarakat akan penularan virus perlu diluruskan. Bahwa berdasarkan ketetapan badan kesehatan dunia atau WHO yang sudah melakukan identifikasi terhadap virus jenis corona ini, adlah jenis virus novel corona virus tidak menular melalui udara tetapi menular melalui kontak dengan semburan cairan dari saluran pernapasan yang mengandung virus.

"Proses ini disebut dengan droplet infection bukan air bone infection atau infeksi melalui udara bebas. Sehingga perlu kami pertegas kepada masyarakat yang ada disekitar pulau cambang-cambang agar tidak perlu resah dengan wacana ini," kata dia.

Dia pun merinci, orang yang akan dikarantina bukan pasien yang positif mengidap penyakit covid19, melainkan karantina terhadap orang yang baru datang dari daerah terjangkit akan memutuskan mata rantai potensi penularan yang harus dijaga secara disiplin. "Covid19 hanya akan menular kepada orang yang kontak erat (jarak 1 meter) dengan pasien sehingga orang yang jauh apalagi dipisahkan oleh pulau tidak akan berpotensi menular. Demikian juga dengan air laut yang asin dan panas adalah medium yg justru dapat mematikan virus," kata dia.

Dengan demikian, Annas meminta kepada segenap masyarakat agar memberikan dukungan dan kepercayaan sepenuhnya kepada pemerintah daerah untuk melakukan upaya-upaya pencegahan penularan covid-19 tanpa mengorbankan orang banyak yang nota bene adalah warga kita sendiri yang justru harus ikut dilindungi dari infeksi penyakit covid ini.

"Sekaligus juga mengharapkan kebersamaan seluruh lapisan masyarakat untuk bahu membahu dalam menjaga daerah kita agar tidak ada warga yang terinfeksi dengan jalan tidak keluar rumah dan jaga jarak," pintanya. (Mcpangkajene)

Subcategories

Statistik Pengunjung

748625
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total Pengunjung
560
1059
8131
729620
4908
39794
748625

Your IP: 114.7.194.241
2020-04-05 10:46

Pengunjung

We have 12 guests and no members online

Kontak Kami

  • 0410-
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •  www.pangkepkab.go.id
google maps api key