Saturday, 04 July 2020
  • >
  • >
 Bupati...

Bupati...

pangkepkab.go.idJAKARTA– Dalam pertemuan para bupati yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dengan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor,...

Terima...

Terima...

pangkepkab.go.id,PANGKEP– Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menjadi tuan rumah kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kementrian Sosial (Kemensos) dalam program jelajah kapal kepahlawanan. Pesertanya...

Pangkep...

Pangkep...

pangkepkab.go.id,JAKARTA– Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik dalam acara pembukaan The International Public Service (IPS) Forum 2018 di Jakarta Convention...

Beranda

Pemkab Pangkep Akan Segera Terapkan Pajak Online

  • Category: Beranda
  • Published: Friday, 13 September 2019 03:20
Pangkep.kab -- Pangkep kini mulai menerapkan Pajak Restaurant dan warung makan secara online. Alat ini selain terhubung dengan pihak petugas di Dispenda juga terpantau langsung KPK.
 
Plt. Badan Pendapatan Daerah, Dra. Hasma  Rappung, saat ditemui usai menghadiri monitoring evaluasi dengan KPK di Parepare, Kamis (12/9). Ia mengatakan beberapa warung makan telah menerapkannya pada tahun ini. Kami akan menambah lagi alat 20 unit.
 
Penerapan  alat ini, setiap transaksi di warung akan dikenakan pajak 10 persen secara langsung. "Bukan pemilik warung yang dikenakan tapi konsumennya" katanya. Transaksi itu dipantau dan secara terbuka dilihat melalui alat yang mirip tv mini itu.
 
Adlinsyah Malik Nasution, koordinator Wilayah VII  Koordinasi dan Suvervisi KPK menjelaskan jika alat pajak online itu harus diterapkan sesuai kriteria yang ada. Minimal pendapatan Rp 1 juta baru dikenakan pajak. "Kita lihat juga kondisinya. Tapi pemilik warung atau restourant harus sadar dan terbuka terhadap pendapatannya," jelasnya. Jumlah warung makan di Pangkep mencapai sekitar 150 buah. (Mcpangkajene)

DLH Pangkep Tindaklanjuti Keluhan Warga Bontoa Terkait Aktivitas Tambang

  • Category: Beranda
  • Published: Thursday, 12 September 2019 02:24
PANGKEP.KAB – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pangkep menindaklanjuti keluhan warga terkait aktivitas tambang marmer di Kampung Bontoa, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Pangkep.

Keluhan terkait aktivitas tambang marmer tersebut adalah milik PT Wutama Tri Makmur.

Beberapa keluhan mereka seperti debu, bisingnya suara alat berat hingga memberi dampak negatif ke air sumur warga.

Sekretaris DLH Pangkep, Andi Agustina Wangsa mengaku akan mengambil langkah terkait keluhan warga tersebut.

"Kita sudah tinjau langsung dan memang berdampak pada warga," ujarnya.

Pihaknya, kini sudah menyurat ke provinsi untuk bersama-sama pihak PPLH DLH Provinsi melakukan pengawasan.

"Kami akan intens melakukan pengawasan bersama pihak PPLH DLH Provinsi Sulsel, terkait aktivitas penambangan yang dekat dengan pemukiman,  hingga menindaklanjuti," ungkapnya, Selasa (10/9/2019)

Sekedar diketahui, PT Wutama Tri Makmur pada tahun 2015 pernah dilayangkan sanksi administrasi oleh pihak DLH Pangkep.

Perusahaan ini disanksi karena banyaknya keluhan warga terkait mata air yang tercemar disekitar tambang.

Belum sadar juga, memberi dampak yang negatif perusahaan itu memperluas lagi wilayah tambang hingga 200 meter dari pemukiman warga. (Mcpangkajene)
 
 
 

Subcategories

Statistik Pengunjung

901526
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total Pengunjung
1249
1690
11412
876882
6773
51387
901526

Your IP: 114.7.194.241
2020-07-04 18:30

Pengunjung

We have 17 guests and no members online

Kontak Kami

  • 0410-
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •  www.pangkepkab.go.id
google maps api key