Thursday, 29 October 2020
  • >
  • >

Bupati Pangkep, panen lobster di Pulau Balanglompo

Syamsuddin Panen Lobster Keramba di Pulau Balang Lompo

pangkepkab.go.id,PANGKEP-Budidaya lobster dengan sistem keramba kini menjadi sumber dollar bagi warga Pulau Balang Lompo di Kecamatan Liukang Tupabbiring. Potensi ekspor lobster sangat menjanjikan. Hanya dalam tempo 8 bulan dilakukan pemeliharaan, hasilnya bisa mencapai 35 kilogram dan harga lobster hidup Rp 600 ribu perkilogram. Seperti yang dialami salah seorang warga Pulau Balang Lompo bernama DG Saidu berhasil meraup untung lobster sekitar Rp 21 juta setelah melakukan panen.

Bupati Pangkep, H. Syamsuddin A.Hamid menghadiri langsung panen lobster di keramba warga yang ada di Pulau Balang Lompo, Minggu (16/9). Udang jenis lobster bernilai ekspor ini, banyak dibudidayakan warga Pulau tersebut ,  karena hasilnya cukup menggiurkan.

Salah seorang warga Pulau Balang Lompo DG. Saidu, Kini tersenyum bangga dalam panen lobster ini. Bayangan puluhan juta rupiah sudah menggelayut dipikirannya. Keramba miliknya  yang berukuran 6x6 meter sudah memasuki masa panen.

 

Perasaan DG Saidu semakin berlipat karena panen lobsternya dihadiri langsung Bupati Pangkep Syamsuddin, bersama Ketua TP PKK, Ny.Hj. Rismayani, dan kadis Perikanan Pemrov Sulsel, Sulkaf Latif dan Kadis Perikanan Pangkep Hj Andi Farida untuk melakukan panen lobster.

Lobster DG Saidu itu dipelihara 8 bulan  lalu. Hasilnya, sekitar 35 kg lobster hidup dengan harga kisaran Rp 600 ribu lebih per kilogramnya atau sekitar Rp 21 juta. 

Apa yang dicapai nelayan lobster, kata Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid patut didukung. Terutama dalam pemeliharaan dan pemasaran. Warga lainnya juga harus diberikan motivasi untuk melakukan hal serupa.

"Peluang lobster ini sangat menggiurkan. Pemkab akan bantu tahun depan untuk nelayan lobster," kata Syamsuddin di hadapan para nelayan.

Ia berharap, agar masyarakat nelayan untuk terus  meningkatkan taraf ekonomi dengan budidaya lobster.Apalagi, hasilnya sangat menjanjikan dengan harga Rp 600 ribu per kilogram .

Pangkep Panen Lobster, Bupati Janji Berikan Nelayan Bantuan

Kadis Perikanan Pemrov Sulsel, Sulkaf Latif, mengharapkan Pangkep dapat mempertahankan statusnya sebagai daerah baru penghasil lobster di Sulsel, selain Bantaeng dan Takalar. Namun, ia mengajak para warga di Pulau Balangan Lompo kecamatan Liukang Tupabiirng untuk memanfaatkan laut bukan hanya dari lobster, namun budidaya lainnya seperti ikan dan mutiara.

Nelayan budidaya lobster di pulau Balang Lompo sekitar 110 orang, dengan jumlah bibit mencapai 100-200 ekor per keramba. Umumnya mereka panen pada bulan September ini namun ada juga pada Desember dan Januari. Umumnya hasil lobster mereka dijual ke Jakarta untuk bahan ekspor.

Sementara itu Kadis Perikanan Pangkep, Ir.Hj.A.Farida, mengatakan, selain melakukan panen lobster.  Bupati melakukan restoking atau melepas kembali anak lobster yang masih kecil-kecil ke alam laut bebas.

" Lobster ini bukan harus terus dibudidayakan. Tetapi perlu juga dilakukan proses regenerasi, agar bibit lobster bisa berkembang dan lestari, " pungkas Andi Farida ( Udi)

 

Statistik Pengunjung

1148349
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total Pengunjung
1442
1985
10218
1122663
67977
62016
1148349

Your IP: 114.7.195.129
2020-10-29 19:53

Pengunjung

We have 30 guests and no members online

Kontak Kami

  • 0410-
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •  www.pangkepkab.go.id
google maps api key