Monday, 23 November 2020
  • >
  • >

Gizi Buruk dan Poskesdes Kosong, Syahban: Kesadaran ASN Harus 180 Persen

pangkepkab.go.id,PANGKEP– Wakil Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), H Syahban Sammana SH mengakui menerima banyak masukan dan temuan dalam blusukannya di delapan pulau terpencil di Kecamatan Liukang Tangaya. Mulai dari adanya korban gizi buruk, pos kesehatan desa (Poskesdes) tak berfungsi dan Puskesmas yang kekurangan tenaga kesehatan.

Permasalahan ini memang sudah menjadi momok selama ini bagi wilayah kepulauan terpencil. Terkait korban gizi buruk, kata Syahban, itu dikarenakan pola hidup masyarakat pulau. “Gizi buruk itu bukan karena kelaparan, tapi pola kehidupan. Ditambah kurangnya pemahaman dan diperparah dengan tidak adanya penyuluhan kesehatan yang terfokus dari para petugas kesehatan,”ujarnya, Minggu 18 November, di Warkop Kita.

Kendala ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Mantan Kepala Bappeda Pangkep itu mengakui, perlu ada regulasi baru dalam menyikapinya serta paling utama kesadaran para abdi masyarakat untuk bisa melaksanakan tugas semaksimal mungkin. ” ASN disini perlu memiliki kesadaran diatas 100 persen, bahkan harus 180 persen dalam melaksanakan kewajiban mereka,”ujarnya.

Seperti dalam kunjungan ke Pulau Langkoitang, ada bangunan Poskesdes tak berfungsi optimal karena tak memiliki petugas. “Nah kalau begini, siapa yang patut disalahkan. Olehnya itu memang perlu regulasi dalam menyikapi persoalan di pulau terpencil,”ungkapnya.

Dia pun mengimbau agar OPD tidak lebih mengoptimalkan kunjungan ke luar daerah, sebaliknya mereka harus intens mengunjungi daerah terpencil diwilayahnya. ” Saya akan menyampaikan hal ini ke pak bupati, agar OPD yang bersentuhan langsung dengan kehidupan dasar masyarakat banyak agar intens melakukan kunjungan ke wilayah terpencil,”harapnya.

Blusukan Wakil Bupati dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) H Syahban Sammana dan H Rizaldi Parumpa MSi bersama beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke wilayah Kecamatan Liukang Tangaya dilaksanakan dari tanggal 11-17 November 2018. Delapan pulau terpencil menjadi sasaran kunjungan, diantaranya, Pulau Sabaru, Pulau Balobaloang Besar, Pulau Matalaang, Pulau Sapuka Besar, Pulau Tampang, Pulau Sailus Besar, Pulau Tinggalungan dan Pulau Langkoitang.(ade)

(http://parepos.fajar.co.id/2018/11/gizi-buruk-dan-poskesdes-kosong-syahban-kesadaran-asn-harus-180-persen/)

 

Statistik Pengunjung

1206147
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total Pengunjung
2043
2334
4377
1187214
53578
72197
1206147

Your IP: 114.7.195.129
2020-11-23 18:33

Pengunjung

We have 21 guests and no members online

Kontak Kami

  • 0410-
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •  www.pangkepkab.go.id
google maps api key