Thursday, 01 October 2020
  • >
  • >

Bantah Tuduhan Pendemo, Dirut PT PKM Akan Polisikan Koordinator Aksi

PANGKEP.KAB -- Direktur Utam PT Prima Karya Manunggal (PKM), Didit Adi Prasetyo mulai angkat bicara perihal aksi mogok kerja beberapa karyawannya pada Selasa, 28 Januari 2020 lalu. Dia yang dituding sebagai pemimpin gagal karena terkesan otoriter dan arogan terhadap bawahannya membantah semua tuduhan tersebut.

Bahkan Didit menuding ada oknum karyawannya yang tidak suka padanya karena terlalu jujur dan amanah saat bekerja. Didit pun akan melaporkan ke polisi oknum yang telah memfitnah dirinya dan menghasut beberapa karyawan lainnya sehingga melakukan aksi mogok kerja.

"Sesuai arahan dari direksi PT Semen Tonasa, saya pribadi akan melaporkan oknum bernama Arfan Tualle ke Polisi. Dia telah memfitnah dan mencemarkan nama baik saya atas tuduhan tak tepat itu," katanya saat ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu, 29 Januari 2020.

Didit pun mulai menceritakan kisahnya perihal pertama kali memimpin PKM pada 2016 lalu. Menurutnya, banyak sekali oknum bermasalah di PKM, utamanya karyawan. Mulai dari indikasi korupsi oleh oknum yang berdemo, adanya karyawan yang memiliki banyak pekerjaan namun satu orang dan gajinya ganda hingga adanya karyawan yang telah meninggal namun masih menerima gaji.

"Persoalan itu yang saya pangkas. Banyak sekali kekacuan di sini (PKM). Saya benahi SDM, termasuk penyebab kerugian di perusahaan," katanya.

Didit pun mengungkapkan bahwa aksi unjuk rasa yang dikomandoi oleh Arfan Tualle adalah persoalan pribadi. Menurutnya, Arfan tak suka pada dirinya karena Arfan tak lagi bebas bermain nakal di PKM.

"Dulu Arfan ini, bisa meraja lela kemana-mana. Tapi kini tidak, dan memang dari data dia ada indikasi korupsinya. Tapi karena sudah keterlaluan dengan memfitnah saya, maka saya akan laporkan ke polisi," kata Didit.

Terkait tudingan Arfan,bahwa dirinya otoriter, memangkas gaji karyawan, menunggak pembayaran ke pihak mitra kerja sama itu semua tak benar. "Bisa cek karyawan di sini malah ada kenaikan gaji. Begitupun dengan material, kita tidak lagi gunakan pihak ketiga, melainkan langsung dari pabrikan. Jadi lebih hemat. Dia (Arfan) marah karena dia yang punya bisnis di situ. Terkait PT PKM yang punya tang di PT Amka senilai Rp6,5 miliar tak benar. Justru PT Amka yang berutang kepada kami," tegasnya.

Pada berita sebelumnya sendiri, Aksi unjuk rasa dilakukan karyawan PT PKM terhadap direktur PT PKM, Didit Adi Prasetyo. Yang bertindak sebagai koordinator Demo Karyawan PT PKM adalah Arfan Tualle.

Arfan mengatakan, karakter Dirut PT PKM yang dijabat Didit Adi Prasetyo sangat kasar, otoriter dan arogan hingga membuat karyawan sangat tertekan bekerja. Bukan hanya itu, atas sikapnya tersebut berdampak pada omset dan laba perusahaan.

“Kami minta direksi PKM melakukan perombakan. Kami tolak Didit sebagai Dirut PKM. Perlakuan seorang pemimpin yang sangat kasar, dan tidak mendidik. Seolah-olah berlaga preman,” ujarnya Rabu, 29 Januari 2020 saat dikonfirmasi.

Arfan yang dikonfirmasi perihal niatan dari Didit untuk melaporkannya ke Polisi ditanggapinya dengan santai. Bahkan menurutnya dengan adanya laporan itu, maka PKM akan semakin terbuka mengenai masalah internal di perusahaan milik PT Semen Tonasa tersebut. (Mcpangkajene)

Statistik Pengunjung

1080412
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total Pengunjung
40
2445
10660
1053382
40
62016
1080412

Your IP: 114.7.195.129
2020-10-01 00:35

Pengunjung

We have 19 guests and no members online

Kontak Kami

  • 0410-
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •  www.pangkepkab.go.id
google maps api key