Sunday, 20 September 2020
  • >
  • >

Dianggap Terlalu Otoriter, Direktur PKM Dituntut Mundur, Karyawan Mogok Kerja

PANGKEP.KAB -- Aktifitas pekerjaan di PT Prima Karya Manunggal (PKM) milik PT Semen Tonasa terhenti. Penyebabnya, karyawan di perusahaan tersebut merasa tak nyaman dengan sikap pemimpin PT PKM, yakni Didit Adi Prasetyo.

Ratusan karyawan pun melakukan unjuk rasa. Mereka menuntut Direktur PT PKM tersebut untuk mundur dari jabatannya. Sikap otoriter, dan arogansinya dinilai sangat tidak mencerminkan seorang pimpinan perusahaan. Didit dianggap sering menebar ancaman kepada karyawan.

Kordinator Demo Karyawan PT PKM, Arfan Tualle mengatakan, karakter Dirut PT PKM yang dijabat Didit Adi Prasetyo sangat kasar, otoriter dan arogan hingga membuat karyawan sangat tertekan bekerja. Bukan hanya itu, atas sikapnya tersebut berdampak pada omset dan laba perusahaan.

“Kami minta direksi PKM melakukan perombakan. Kami tolak Didit sebagai Dirut PKM. Perlakuan seorang pemimpin yang sangat kasar, dan tidak mendidik. Seolah-olah berlaga preman,” ujarnya Rabu, 29 Januari 2020 saat dikonfirmasi.

Arfan menambahkan, PT PKM bukanlah perusahaan pribadi. Tetapi PKM memunculkan perusahanan dalam perusahaan. "Contohnya, pemasok besi material workshop, tanpa evaluasi harga dan tidak melalui mekanisme tender. Naraca dan laba rugi tidak menunjukkan governance yang baik. Kenaikan atas pinjaman hutang tidak sesuai dengan kenaikan omset dan laba. Tidak mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan dilingkup PKM. Tagihan PT PKM di PT Amka saat ini mencapai Rp6,5 miliar lebih, parahnya tidak dibayarkan selama dua tahun ini,” ungkap Arfan.

Perlakuan Didit, lanjutnya, semena-mena terhadap karyawan dengan memperlakukan potongan dan memberi surat peringatan pertama yang tidak sesuai aturan perusahaan yang berlaku. Dan secara sepihak memotong gaji karyawan sebesar 20 persen dan tidak ada dalam aturan perusahaan.

Pada rapat Direksi PT PKM yang dipimpin langsung oleh Didit Adi Prasetyo, Selasa 28 Januari 2020 lalu rupanya takmelibatkan pihak karyawan yang mogok kerja. Anehnya, dalam rapat tersebut pembahasan hanya seputar kisah pribadinya dan juga menyebut nama nama pejabat utama kepolisian dan TNI yang akrab dengannya.

Sehari berselang, pihak PKM pun belum memberikan klarifikasi atas tuntutan karyawan tersebut. Pihak PT Semen Tonasa pun enggan memberikan klarifikasi perihal persoalan yang terjadi di anak perusahaannya tersebut. (Mcpangkajene)

Statistik Pengunjung

1055098
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total Pengunjung
1716
2594
15025
1026609
36742
69195
1055098

Your IP: 114.7.195.129
2020-09-20 17:30

Pengunjung

We have 27 guests and no members online

Kontak Kami

  • 0410-
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •  www.pangkepkab.go.id
google maps api key