Thursday, 22 October 2020
  • >
  • >

Beranda

Pembebasan Lahan Kereta Api di Pangkep Masih 10%, Komisi V DPR RI Turun Tangan

  • Category: Beranda
  • Published: Friday, 20 December 2019 02:17

PANGKEP.KAB - Warga Pangkep tampaknya masih harus bersabar untuk menikmati naik kereta api di Sulsel. Pasalnya, hingga akhir tahun 2019 ini, baru sekitar 10 persen warga yang sepakat dengan harga pembebasan lahan kereta api yang ditetapkan pihak tim apresial. Komisi V DPR RI berjumlah 15 orang mendatangi Pemkab Pangkep untuk menyerap aspirasi perihal pembebasan lahan.

Bupati Pangkep, H. Syamsuddin Hamid SE, saat menjamu tamunya dari Komisi V DPR di kantor bupati, Rabu (18/12) menjelaskan jika hanya satu permasalahan mengapa masih kurang warga yang tidak merelakan lahan untuk kereta api, karena masalah tidak ada kesepakatan harga. "masalah harga adalah yang utama, Bukannya mereka menolak, tapi harganya yang tidak pantas yang diterapkan," tandasnya. Bupati Syamsduddin juga menyayangkan karena tidak adanya keterlibatan Pemkab Pangkep dalam penentuan harga dan urusan administrasi lainnya.

"kami baru mengetahui tentang pembebasan lahan kereta api itu baru tiga bulan yang lalu," kata Bupati Syamduddin dihadapan para anggota DPR Komisi V yang dipimpin H. Syarif Abdullah Alkadri.

Sementara itu, Hamka B.Kadi, anggota DPR RI Komisi V asal Sulsel, mengatakan merasa kecewa dengan Tim Apresial yang harga yang dipatok masih sangat rendah. Ia mengatakan hingga kapanpun tidak akan menemukan solusi. "Saya merasa malu dengan warga Pangkep karena sudah enam kali sya ke sini untuk lahan kereta api, tapi belum juga ada solusinya," katanya.

Ketua rombongan Komisi V,  H. Syarif Abdullah Alkadri, mengatakan sepulang dari Sulsel akan menggelar rapat dengan pihak terkait untuk pembebasan lahan kereta api di Sulsel.'kami akan koordinasi dulu dengan Kementrian Keuangan,' (Mcpangkajene)

Acara Mappalili" Sambut Musim Tanam Di Kabupaten Pangkep

  • Category: Beranda
  • Published: Friday, 20 December 2019 02:13
PANGKEP.KAB -- Menyambut musim tanam, pemkab Pangkep melalui dinas pertanian menggelar kegiatan Mappalili, Kamis(19/12/19).
 
Mappalili ini, digelar musyawarah dan penjelasan tekhnis dari berbagai ahli, pertanian, pupuk, hama dan juga BMG.
 
Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid mengatakan, perhatian pemerintah kepada petani sangat besar. Mulai dari bantuan alsintan, bantuan bibit dan juga asuransi.
 
Olehnya itu katanya, petani harus meningkatkan kualitas produksi. Bukan semata kuantitas.
 
"Sebagai petani, kita bukan hanya kejar hasil produksi. Tapi Kita harus genjot kualitas. Tidak perlu terlalu banyak, yang penting nilai ekonomis tinggi,"ujarnya.
 
Dikatakan pula, selama ini produksi pertanian akan tetapi kualitasnya masih rendah. Sehingga, nilai ekonomisnya juga rendah.
 
"Saya tahu produksi meningkat, tapi kualitas rendah. Mereka dapat beras banyak, tapi kualitas rendah sehingg tidak menunjang peningkatan ekonomi,"tambahnya. (Mcpangkajene)
 

Subcategories

Statistik Pengunjung

1132794
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total Pengunjung
836
1915
10131
1104170
52422
62016
1132794

Your IP: 114.7.195.129
2020-10-22 08:29

Pengunjung

We have 12 guests and no members online

Kontak Kami

  • 0410-
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •  www.pangkepkab.go.id
google maps api key