Tuesday, 22 September 2020
  • >
  • >

Beranda

Puting Beliung Terjang Delapan Rumah di Segeri

  • Category: Beranda
  • Published: Tuesday, 22 October 2019 01:38
PANGKEP.KAB -- Angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Segeri. Delapan rumah di kecamatan Segeri mengalami rusak berat.
 
Kapolsek  Segeri, AKP Sumarto mengatakan, rumah yang rusak akibat angin di kecamatan ini berada di dua kelurahan yang bertetangga. Kerusakan rumah rata-rata pada bagian atap dan dinding rumah panggung milik warga tersebut.
 
"Angin yang datangnya secara tiba tiba dan berputar namun tidak lama  tersebut menerjang sejumlah rumah. Rumah yang rusak rata-rata mengalami kerusakan bagian atap," ungkapnya, Senin, 21 Oktober.
 
Sementara itu, Plt Kepala BPBD Kabupaten Pangkep, Kallang menjelaskan, delapan rumah yang rusak akibat angin kencang 
berada di dua kelurahan, Bawasalo dan Kelurahan Segeri. Pihaknya mengaku, segera menyalurkan bantuan untuk korban yang terdampak puting beliung itu.
 
"Kita data terlebih dahulu kerusakannya pada bagian mana saja, kemudian kita sesuaikan dengan bantuan yang disalurkan," imbuhnya. (Mcpangkajene)

Penambangan Terhenti, Warga Segeri Tetap Minta Diusut

  • Category: Beranda
  • Published: Tuesday, 22 October 2019 01:36
PANGKEP.KAB - Aktivitas tambang pasir terhenti, meski begitu, warga sekitar meminta agar polisi tetap mengusut pelaku tambang pasir ilegal di Sungai perbatasan Desa Parenreng dan Kelurahan Bonto Matene, Kecamatan Segeri.
 
Tokoh masyarakat Desa Parenreng, Tamrin mengaku kaget juga tidak ada lagi pekerja tambang di sekitar sungai itu. Padahal sehari sebelumnya masih ada empat truk yang mengangkut pasir. Namun, ia tetap meminta polisi mengusut aktivitas tambang yang sudah mengakibatkan longsor di bantaran sungai Desa Parenreng.
 
"Baru hari ini tidak ada truk pengangkut pasirnya, setiap hari ada disini. Pompa dan semua perlengkapannya juga sudah diambil. Posnya masih ada, tetapi sudah tidak ada yang jaga. Tetapi kita berharap polisi tetap mengusutnya, karena sudah mengakibatkan dampak bagi lingkungan sekitar," ungkapnya.
 
Lanjut dijelaskan, ia juga memperlihatkan lahan persawahan milik kerabatnya yang tidak dapat digarap lagi, akibat dikeruk penambangan pasir di bantaran sungai.
 
"Sudah beberapa sawah yang tepat di bantaran sungai tidak dapat digarap lagi, sebab longsor. Tanahnya amblas jatuh ke sungai, akibat pengerukan yang terus menerus. Makanya kita tetap berharap ini diusut agar tidak terjadi lagi nantinya, bukan cuman hari ini saja semua alat-alat tambangnya diangkut," paparnya.
 
Pantauan FAJAR, sepanjang sungai itu tidak ada lagi aktivitas penambangan dan penyedotan pasir. Tidak ada lagi pompa penyedot yang tiap harinya digunakan. Hanya bersisa beberapa potong pipa yang telah digunakan oleh penambang dan tanah-tanah di bantaran sungai yang amblas.
 
Camat Segeri, Syahrul mengaku tidak pernah memberi izin operasi terhadap aktivitas tambang yang ada di wilayahnya itu. "Kita tidak pernah keluarkan izin operasi dari kecamatan," imbuhnya.
 
Terpisah, Dirreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengaku akan tetap melakukan penyelidikan terhadap tambang di Kabupaten Pangkep tersebut. Meski aktivitas sudah dihentikan sementara. "Ini masih dilaporkan di SPKT, senin baru Sprin Lidik (Surat Perintah Penyelidikan, red)," imbuhnya. (Mcpangkajene)

Subcategories

Statistik Pengunjung

1059363
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total Pengunjung
1311
2330
5981
1040073
41007
69195
1059363

Your IP: 114.7.195.129
2020-09-22 13:29

Pengunjung

We have 22 guests and no members online

Kontak Kami

  • 0410-
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •  www.pangkepkab.go.id
google maps api key