Sunday, 20 September 2020
  • >
  • >

Beranda

Jembatan Gantung Penghubung Kampung Talaka dan Camba Toa Segera Rampung

  • Category: Beranda
  • Published: Wednesday, 07 August 2019 04:47
Pangkep.Kab -- Jembatan gantung yang menghubungkan antara kampung Talaka, kelurahan Kalabbirang, kecamatan Minasatene, dan kampung Camba Toa, kelurahan Pabbundukang, kecamatan Pangkajene, kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), akan segera rampung dan difungsikan.
 
Pembangunan jembatan gantung ini mulai dikerjakan sejak tahun 2017, secara bertahap APBD. Pada tahap pertama, pembangunan pancang bawah dikerjakan dengan nilai kontrak Rp. 200juta.
 
Pada tahap kedua tahun 2018, pembangunan pada pilon dengan nilai anggaran Rp. 700juta. Dan tahun ini tahap ketiga nilai anggaran Rp. 500juta, dengan pembangunan jalan berbahan konstruksi baja ringan, plat baja besi pada lantai jalan.
 
Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum (PU), Andi Irwan mengatakan pembangunan tahap ketiga ini, sudah masuk pada tahapan penandatangan kontrak, dan fakta integritas. "Tahap ketiga ini sudah dilelang. Hari ini jadwalnya kita penandatanganan kontrak dan fakta integritas TP4D. Insya Allah pekan depan sudah mulai mobilisasi bahan untuk memulai pengerjaan,"jelasnya, Selasa 6 Agustus, kemarin.
 
Lanjut dijelaskan, pembangunan jembatan gantung itu sendiri, sepanjang 80 meter. Dimana kedepannya nanti, setelah rampung pengerjaan tahap ketiga. Akan dilakukan penambahan pembangunan sisi penyambung antara jembatan dan jalan poros. "Nanti kembali kita akan usulkan untuk penambahan. Sekira Rp. 200juta anggaran yang dibutuhkan untuk mengerjakan pengecoran jalan penyambung antara jembatan dan jalan poros,"tambahnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas PU, Ir Sunandar mengatakan, jembatan gantung ini merupakan pembangunan kali pertamanya di Pangkep, dengan konstruksi baja ringan, dan plat baja. 
 
"Biasanya, konstruksi pada jembatan gantung, lantai jalannya hanya berkontruksi kayu. Namun, pada pembangunan jembatan kali ini, kita gunakan plat baja pada lantai, dan pada sisinya baja ringan,"katanya.
 
Menurutnya, konstruksi bahan yang digunakan pada pembangunan jembatan ini. Melihat dan mencermati hasil dari analisa ketahanan bangunan. (Mcpangkajene)
 
 
 

Ratusan Warga Labakkang Kepung Kantor DPRD Pangkep

  • Category: Beranda
  • Published: Wednesday, 07 August 2019 04:40

PANGKEP.KAB – Ratusan warga Kecamatan Labakkang Pangkep menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Pangkep, Jalan Cendana, Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, Senin (5/8/2019).

Massa Aksi membentangkan baliho penolakan nilai ganti rugi lahan jalur rel kereta api di depan kantor DPRD Pangkep.

Komisi 1 DPRD Pangkep langsung menyambut para warga Kecamatan Labakkang yang melakukan domonstrasi.

Mereka dipersilahkan naik ke Lantai 2 Ruang Rapat DPRD Pangkep. Wargapun duduk dan mendengarkan arahan DPRD Pangkep.

Diskusipun dimulai dan nampak Kepala BPN Pangkep, Asmain Tombili juga hadir, begitupun Ketua DPRD Pangkep, Andi Ilhan Zainuddin.

Salah seorang warga yang mewakili warga lainnya, Mustafa asal Desa Kanaungan mengatakan tujuan mereka ke DPRD Pangkep,  untuk melakukan musyawarah terkait ganti rugi lahan dengan panitia dan tim aprisial.

"Cuma satu tuntutan kami, kami ingin musyawarah terkait nilai ganti rugi lahan jalur rel kereta api dengan tim aprisial dan panitia," ungkapnya.

Mustafa mengaku lahan yang dibayarkan tidak sesuai dengan aturan sebelumnya, aturan minimal Rp 70 ribu sampai Rp 450 ribu tanggal 7 Juli 2017 yang di tanda tangani langsung oleh Syahrul Yasin Limpo saat dirinya menjabat.

Tetapi, kata Mustafa hingga kini mereka hanya menerima brosur secara tiba-tiba dan bukan hasil musyawarah mufakat.

"Makanya kami tuntut aprisial ini kenapa brosur harga itu yang diberikan, ada dibawah Rp 50 ribu. Persoalan nilai ganti rugi yang tidak masuk akal ini, jadi pernyataan warga," katanya.

Mustafa menjelaskan, harga nilai ganti rugi lahan tambak produktifnya itu 108 meter dan nilainya cuma Rp 60 ribu permeter.

Sementara, harga tambak warga lainnya di desa itu beragam, ada yang dinilai tambak produktif Rp 75 ribu permeter dan kebun Rp 54 ribu permeter.

"Itu harga tidak masuk akal dari panitia dan tim apresial. Makanya kami datang ke DPRD tolong perjuangkan hak kami," jelasnya. (Mcpangkajene)

Subcategories

Statistik Pengunjung

1054981
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total Pengunjung
1599
2594
14908
1026609
36625
69195
1054981

Your IP: 114.7.195.129
2020-09-20 16:12

Pengunjung

We have 15 guests and no members online

Kontak Kami

  • 0410-
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  •  www.pangkepkab.go.id
google maps api key